Kamis, 14 Juli 2011

Sifat-Sifat Madu yang Baik dan Mengetahui Teknik Pemalsuannya

Madu berbeda jenisnya sesuai dengan perubahan musim, perbedaan jenis tumbuh-tumbuhan yang cairan bunganya menjadi makanan lebah, dan sesuai dengan jenis lebah. Tanaman yang paling disukai lebah antara lain; pohon semanggi, zaitun, sidr (sejenis lotus), akasia, pohon-pohon berbuah masam (jeruk, lemon, dan jeruk keprok), pohon mint dan pohon mulberi.

Madu yang terbaik adalah madu musim semi, setelah itu madu musim panas. Sedangkan madu yang kualitasnya paling buruk adalah madu musim dingin. Madu biasanya dijual dalam keadaan jernih (sudah disaring) atau dalam keadaan masih bersama sarang lebah (belum diperas). Jarang sekali madu yang dijual dalam keadaan sudah diperas tidak dicampur dengan glukosa yang memiliki harga jual hanya setengah dari harga gula.

Madu juga dapat dipalsukan dengan mencampurkan tepung yang sudah dipanggang, dan pemalsuan itu dapat diketahui dengan menggunakan alkohol, dimana madu palsu tidak dapat tenggelam dalam larutan alkohol. Pemalsuan juga dapat dilakukan dengan mencampurkan tepung yang tidak dipanggang, seperti tepung kanji yang menyebabkan madu tidak dapat mencair ketika dipanaskan dan tidak dapat larut dalam air dingin. Madu yang sudah dipalsukan juga akan mengeluarkan warna biru jika kita memberinya larutan yodium.

Tips Mengetahui Keaslian Madu
  1. Madu masih asli memiliki aroma yang sangat kuat dan menusuk hidung, sampai-sampai seolah-olah aroma itu merasuk dalam kepala orang yang menciumnya.
  2. Rasa madu asli akan melekat selama beberapa saat di tenggorokan, karena begitu pekatnya madu tersebut.
  3. Madu asli memiliki kekentalan yang sangat tinggi jika Anda mencoba mengambil madu asli dengan spatula, lalu Anda angkat di atas bejananya kemudian Anda kembalikan lagi, maka madu tersebut akan tampat kekentalannya, sehingga ia tidak dapat putus ketika diciduk.
  4. Madu asli tidak memiliki dampak apapun terhadap penderita kencing manis (Diabetes).
  5. Madu asli jika diletakkan di dalam lemari es tidak akan membeku. Kondisinya akan tetap kental sebagaimana aroma dan warnanya juga tidak berubah.
  6. Madu asli tidak bereaksi ketika dipanaskan dengan cara mengalirkannya ke dalam bejana.
  7. Madu asli jika dituangkan ke tanah, tidak akan bercampur dengan debu tanah, sedangkan madu yang sudah dipalsukan akan melekat dengan tanah.
  8. Madu asli tidak mengkristal.
  9. Madu asli tidak larut dalam air dingin.

Keistimewaan Madu

Madu Mudah Diserap
Hal itu disebabkan kekhasan zat gula yang terdapat di dalam madu berupa perubahan dari fruktosa menjadi glukose. Walaupun madu mengandung begitu banyak zat asam, namun madu dapat diserap dengan mudah bahkan oleh lambung yang sensitif sekalipun. Madu juga dapat membantu untuk mempermudah proses pencernaan dan kerja ginjal.

Madu Cepat Bercampur dengan Darah
Madu dapat dengan cepat larut di dalam air hangat. Di dalam darah, madu dapat larut dalam 7 menit. Dan karena madu mengandung zat gula yang panas, madu sangat berguna untuk membantu kinerja otak.

Madu Dapat Membantu Proses Terbentuknya Sel Darah
Sebagfian besar energi yang paling dibutuhkan oleh darah dalam proses pembentukan selnya dapat dipenuhi oleh madu. Di sisi lain madu juga membantu proses pembersihan darah dan membantu melancarkan aliran darah dan mencegah terjadinya pembekuan pembuluh darah

Madu Tidak Mengandung Bakteri
Madu tidak memberi kesempatan bakteri untuk hidup di dalamnya. Sebuah eksperimen telah membuktikan bahwa sejumlah kecil madu yang telah disaring ternyata memiliki kemampuan yang dahsyat dalam membunuh kuman dan bakteri yang tingkat keampuhannya dua kali lebih hebat dari yang dinyatakan sampai saat eksperimen ini dilakukan.
Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah betapa ternyata lebah pekerja mengetahui khasiat tersebut, di mana mereka memberikan madu kepada lebah-lebah yang sedang berada pada tahap pertumbuhan.

Susu Lebah
Susu lebah adalah sejenis zat yang dihasilkan oleh lebah pekerja yang memiliki kandungan susu lebah, gula, protein, lemak, dan beberapa jenis vitamin. Tubuh yang lemah atau dalam kondisi kehilangan energi atau karena disebabkan penyakit yang menyerang dan merusak jaringan tubuh. Pada saat dewasa bahan ini digunakan untuk memperkuat dan membentuknya.

Jelas bagi kita bahwasanya lebah memang telah diciptakan untuk dimanfaatkan, atau dengan kata lain lebah diciptakan oleh Allah SWT lebih disebabkan agar ia memberi manfaat bagi manusia dibandingkan untuk dirinya sendiri.

Terapi Pengobatan dengan Madu

Allah SWT berfirman, “Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia.” (QS. An-Nahl [16]:68)

Sesungguhnya makanan dan obat terbaik adalah yang disebutkan oleh Allah SWT di dalam Kitab-Nya yang agung dan yang disabdakan di dalam sunnah Rasulullah SAW.

Allah SWT telah memrintahkan lebah madu untuk bersarang di gunung-gunung, gua-gua, lembah-lembah, dan tempat-tempat yang sengaja dibuat oleh manusia untuk lebah bersarang. Allah SWT juga memerintahkan lebah madu untuk melaksanakan tugasnya, mengikuti petunjuk-Nya, tunduk sepenuhnya pada pujian-Nya. Allah SWT memerintahkan lebah madu untuk mengambil sari dari semua buah-buahan untuk kemudian menghasilkan minuman yang warnanya berbeda-beda yang mengandung obat bagi umat manusia.

Allah SWT telah memuliakan lebah madu dengan membuat sebuah surah khusus tentang lebah di dalam Kitab-Nya yang agung, yang diberi nama surah “An-Nahl” (lebah).

Telah disebutkan pula bahwa madu keluar dari dalam perut-perut lebah madu. Di dalam bahaa Arab, kata “perut-perut” (buthun) adalah bentuk jamak dari kata “perut” (bathn). Yang dimaksud dengan “perut” tentu termasuk “lambung”, “bagian dalam lambung” atau “sekelompok”. Yang keluar dari lambung lebah adalah madu, yang dikumpulkan melalui kegiatan lebah-lebah dalam  menghisap sari bunga dan memasukkannya ke dalam lambung khusus yang memiliki berbagai macam enzim pencernaan, sehingga dapat mengubah zat gula yang semula berstruktur kompleks menjadi zat gula yang berstruktur tunggal. Madu ini kemudian dialirkan kembali ke mulut untuk kemudian disimpan di dalam sel-sel yang terbuat dari bahan sejenis lilin yang berbentuk persegi enam (heksagonal) yang memang disiapkan untuk menyimpan madu.

Disebutkan bahwa kegiatan yang dilakukan lebah ini telah dimulai sekitar 150 juta tahun yang lampau. Kegiatan pengumpulan madu ini dilakukan lebah dalam rangka menyimpan persediaan makanan yang akan dikonsumsi di sepanjang musim dingin yang pada saat itu seluruh tumbuh-tumbuhan dan pepohonan akan berhenti berbunga dan sumber-sumber minuman juga akan menghilang.

Biasanya, lebah akan menghasilkan madu dalam jumlah yang sedemikian banyak hingga melebihi kebutuhan makannya sendiri. Oleh sebab itu, maka manusia dapat mengumpulkan madu yang berlebih tersebut untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan.